Operasi Zebra Candi 2025 : Jalanan Tegal Makin Tertib, Ribuan Pelanggar Terjaring Edukasi Humanis Satlantas |

Operasi Zebra Candi 2025 : Jalanan Tegal Makin Tertib, Ribuan Pelanggar Terjaring Edukasi Humanis Satlantas

By

Tegal, Gugat.id – Aroma perubahan mulai terasa di jalan-jalan Kabupaten Tegal. Sejak Operasi Zebra Candi 2025 digelar pada 17–30 November, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Tegal bergerak tanpa kenal lelah untuk mengembalikan ketertiban lalu lintas. Tidak hanya menindak, operasi ini juga merangkul masyarakat dengan edukasi humanis yang membuat para pengendara mulai lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Langkah tegas namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan terlihat dari penggunaan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sebanyak 1.306 surat konfirmasi pelanggaran telah dicetak dan dikirim kepada para pelanggar. Setiap surat menjadi pengingat bahwa kamera ETLE bekerja 24 jam, dan bahwa kepatuhan bukan hanya soal menghindari sanksi melainkan menghargai nyawa.

Di lapangan, petugas Satlantas tidak hanya berdiri menegakkan aturan, tetapi juga menyampaikan edukasi langsung kepada masyarakat. Tercatat 1.050 teguran humanis diberikan kepada para pengendara. Pelanggaran paling banyak adalah tidak memakai helm yaitu 679 kasus, disusul 119 pelanggaran muatan, serta 252 pelanggaran lainnya. Teguran itu disampaikan dengan cara yang lembut namun tegas, mengingatkan bahwa helm bukan sekadar aksesori, melainkan tameng yang bisa menyelamatkan hidup.

Namun ketika pelanggaran berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, langkah tegas tetap harus diambil. Sebanyak 553 tilang dijatuhkan selama operasi berlangsung. Rinciannya mencakup 275 kasus tidak menggunakan helm, 35 kasus membonceng tiga, 65 pelanggaran knalpot bising (brong), 155 pelanggaran lainnya, hingga 23 pengendara di bawah umur pelanggaran yang kerap memicu kecelakaan fatal.

Kasat Lantas Polres Tegal menegaskan bahwa Operasi Zebra bukan semata-mata perburuan pelanggar. Lebih dari itu, operasi ini adalah upaya kolektif untuk menyelamatkan masyarakat Tegal dari risiko kecelakaan yang sering kali berawal dari hal sepele. “Pelanggaran seperti tidak memakai helm, knalpot bising, hingga pengendara di bawah umur termasuk pelanggaran berisiko tinggi. Kami berharap masyarakat makin disiplin dan sadar akan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Melalui kombinasi edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum yang seimbang, Polres Tegal berharap bisa mewujudkan Kamseltibcarlantas keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi aturan, membawa surat-surat lengkap, serta memastikan perlengkapan keselamatan selalu digunakan. Jalan raya bukan arena uji nyali, dan keselamatan adalah kemenangan terbesar.

Pewarta: R. latief

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!