Pelepasan peserta program D1 Polifurneka Kendal, 100 Persen Terserap Industri |

Pelepasan peserta program D1 Polifurneka Kendal, 100 Persen Terserap Industri

By

Kendal (gugat.id) – Pelepasan peserta program D1 teknik finishing furniture Polifurneka Kendal angkatan ke- 3, Jumat (19/06/23).

Tahun 2023 ini sebanyak 24 orang yang terdiri dari 22 laki -laki dan 2 perempuan berasal dari Lampung, Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk program diploma satu teknik finishing furniture Politeknik Industri Furniture dan Pengolhan Kayu (Polifurneka) yang kesemuanya langsung diserap industri.

Plt Direktur Polifurneka Emmy Suryandari mengatakan, program setara D1 Teknik Finishing Furnitur di Polifurneka ini merupakan angkatan ke-3. Setelah sebelumnya telah membuka program studi Teknik Ukir yang diikuti 22 peserta dan Teknik Konstruksi Furnitur sebanyak22 peserta yang semuanya juga terserap di dunia industry furnitur.

“Program Studi Teknik Finishing Furnitura ini didirikan karena kebutuhan tenaga kerja sektor industry belum banyak. Bersama dengan industri finishing menyusun kurikulum sehingga menghasilkan 10 mata kuliah dengan 25 persen teori dan 75 persen praktik,” ujarnya.

Lulusan terbaik program D1 teknik finishing furniture diraih oleh Farid Lutfihakim asal Kendal dengan nilai IPK 4, sementara 15 peserta lainya lulus dengan predikat Cum Laude, Farid mengatakan bangga bisa menempuh pendidikan di Polifurneka.

“Disini kami menuntut ilmu, berdiskusi dan saling berbagai serta belajar finishing kayu secara langsung dari ahlinya. Dan Alhamdulilahnya setelah selesai langsung bekerja dengan bea siswa penuh,” ujarnya.

Beberpa industri yang menyerap lulusan D1 Polifurneka antara lain adalah PT. Bio Industries Omnipresen, PT. Propan Raya ICC, PT. Mitra Graha Selaras, CV. Jati Agung, PT. Prapta Sukses Gemilang, CV. Duta Mulia Chemindo, PT. Qualitech Indoprima, PT. Scancom Indonesia, PT. Qualitech Indopiranti dan Substitute Maker Space.

Satu perwakilan industri, Didik Wasono dari PT Bio Industri mengatakan bahwa lulusan Polifurneka sudah memahami dunia kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri yang ada.

Baca juga: https://www.gugat.id/kpa-al-hijrah-masjid-syuhada-selenggarakan-syawalan-di-kampus-uwm/

“Ini merupakan kolaborasi politeknik dengan industri dan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan industri furniture. Sehingga wajar jika lulusannya menjadi rebutan pelaku industri furniture karena sudah mempunyai kemampuan yang kompeten,” katanya.

(red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!