Gunungkidul, gugat.id – Proyek rehabilitasi sarana dan prasarana olahraga di Padukuhan Kedungdowo Wetan, Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, hingga kini belum rampung. Warga pun melayangkan protes karena lapangan yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk sholat Idul Fitri, masih dalam kondisi terbengkalai.
Pihak Kalurahan Pampang mengakui bahwa proyek yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp123.742.544 tersebut seharusnya selesai dalam waktu 60 hari. Namun, berbagai kendala membuat pengerjaannya tertunda.
“Karena semua sudah siap, proyek dimulai bulan November 2014, yang mengerjakan TPK dengan rekanan yang menyediakan material dan alat berat. Namun dalam pengerjaannya terkendala oleh cuaca, jadi tidak bisa selesai sesuai rencana,” kata Ayu, Carik Pampang, saat ditemui di kantor kalurahan, Rabu (12/3/2025).
Ayu menjelaskan bahwa setelah kondisi cuaca membaik, proyek akan kembali dilanjutkan. “Nanti kalau kondisi cuaca sudah kondusif akan dimulai lagi pengerjaannya. Tahapan berikutnya setelah rata akan dipadatkan dan diurug dengan tanah merah lalu ditanami rumput,” jelasnya.

Mengenai tanggung jawab pihak terkait, Ayu memastikan bahwa penyedia material tetap berkomitmen menyelesaikan proyek ini. “Pihak supplier masih bertanggung jawab atas pengadaan material hingga selesai. Meskipun saat pengerjaan awal semua material sudah dikirim sesuai permintaan,” ujarnya.
Baca juga: https://www.gugat.id/sumbangan-sekolah-di-gunungkidul-antara-kebutuhan-dan-keberatan-orang-tua/
Terkait protes warga yang mempertanyakan lokasi sholat Idul Fitri melalui rontek, Ayu menyebut pihaknya telah menemui tokoh agama setempat untuk mencari solusi. “Sudah dibahas dan disepakati bahwa tempat sholat Idul Fitri yang biasanya di lapangan akan dialihkan ke Masjid Jami Al-Huda, yang mampu menampung sekitar 1.000 jamaah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekecewaannya atas proyek yang tak kunjung selesai. “Untuk proyek rehab lapangan, warga tidak dilibatkan, wajar kalau saat ini diprotes,” ungkapnya.
Pihak kalurahan memastikan bahwa proyek ini tetap akan diselesaikan tahun ini, meski mengalami kendala teknis. Namun, warga berharap ada komunikasi yang lebih transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
(Redaksi)