Yogyakarta, gugat.id- Antusias masyarakat dalam rangkaian Jogja Passion Kontemporer yang diselenggarakan oleh Kayuwangi di Plaza Ngasem begitu terasa di hari kedua Minggu, 15 September 2024.
Dimulai dengan rangkaian kegiatan untuk anak anak mulai kelas 1 hingga kelas 3 SD yang mengikuti lomba gambar dan melukis memberikan suasana berbeda, mereka dituntut untuk berimaginasi sendiri dengan permainan warna.
Juri lomba Chamit Arang dan team menilai hasil karya anak anak luar biasa dan berharap tetap rajin berlatih. Kriteria juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2 , 3 selain mendapatkan sertifikat juga mendapatkan hadiah uang tunai.
Selain itu, diselenggarakan workshop Batik Ciprat yang dimentori oleh Priyanti dari Girikasih serta workshop Aksara Jawa oleh Tanti dari Asdrafi, menariknya lagi semua workshop ini gratis untuk para pengunjung.

Booth UMKM juga ikut merasakan dampaknya dengan menggelar lapak di acara ini, mereka berharap agar acara seperti ini bisa digelar kembali.
Kemeriahan acara Jogja Passion Kontemporer berlanjut dengan hiburan dari Airketuband Farel dan kawan kawan, Gamelan Kahuripan dari Gunungkidul serta di tutup dengan Pagelaran Wayang Mego Kolaborasi berjudul “Maitribala – kisah relief Jatakamala 8 yang melibatkan Wayang Mego ki B’djo Ludiro , Samya Music, Nayanic , Gedruk Cahyaning, Jujuk Prabowo, Teguh Mahesa, Dalang Waluyo.
“Pagelaran berhasil membius para masyarakat sekitar yang menyaksikan hingga selesai” ujar dalang wayang mego.
Jogja Passion Kontemporer menggores cerita yang luar biasa untuk masyarakat Jogja, sesuai dengan Tagline “Nglaras, Nghesthi, Nguripi”.
(Redaksi)