Yogyakarta, Gugat.id- Sekitar 200 an siswa sekolah dasar berseragam kaos olahraga mewarnai gambar berupa karakter Wayang Babad Kartasura dengan sangat antusias dan tertarik ditandai banyaknya pertanyaan terkait warna yang dipilih nantinya saat mewarnai.
Kegiatan mewarnai diawali materi wawasan seputar wayang, dimana siswa mendengar pemaparan narasumber terkait Wayang Babad Kartasura, baik dari elemen anggota tubuh, bahan dan gapit wayang, warna, baju yang dipakai, dan unsur dari wayang lainnya.
Narasumber dari mitra Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Kartasura menjelaskan dengan diawali menyanyikan tembang dolanan untuk lebih menarik siswa. Kegiatan ini salah satu rangkaian sebagai upaya pengenalan seni tradisi, khususnya Wayang Babad Kartasura kepada siswa sekolah dasar, maka tim PISN (Program Inovatif Seni Nusantara) FSRD ISI Surakarta menginisiasi kegiatan Wayang Goes to School berupa aksi massal mengajak sekitar 200an siswa kelas 5 dan 6 dari SD Negeri Mojosongo V Surakarta untuk mewarnai karakter wayang dengan media kertas A4 melalui alat gambar bebas, seperti pastel, pensil berwarna, spidol, dan media lainnya.
Aksi massal bekerjasama dengan Sanggar Wayang Gamelan Sangswara ini dilaksanakan Kamis, 30 Juli 2026 bertempat di halaman SD Negeri V Mojosongo, Surakarta.

Kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan Hibah PISN Kemdiktisainstek dengan judul ‘Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura’. Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic. Tim Hibah PISN ISI Surakarta dengan Basnendar Herry Prilosadoso selaku ketua dengan Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, dan Sri Murwanti sebagai anggota, serta tim mahasiswa.
Menurut Heri Setiawan, selaku guru pendamping menjelaskan bahwa siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan media pembelajaran diluar kelas menjadi berbeda dengan situasi di dalam kelas ungkapnya.
Sedangkan menurut Ana Rosmiati dari dosen DKV FSRD ISI Surakarta yang juga anggota tim Hibah PISN ini bahwa kegiatan untuk memberi alternatif media pembelajaran kepada siswa dengan kegiatan yang mengandung aspek edukasi dan rekreasi ungkap di sela-sela kegiatan.
(Red)