Rektor UWM: Peran Wanita dalam Pasar Kerja Mengalami Stagnasi |

Rektor UWM: Peran Wanita dalam Pasar Kerja Mengalami Stagnasi

By

Yogyakarta, gugat.id -Rektor Universitas Widya Mataram Prof Edy Suandi Hamid dalam International Conference di kampus California State University (CSU) Sacramento, Selasa (10/6) menyoroti peran wanita dalam berbagai aktivitas perekonomian dan ketenagakerjaan lainnya meskipun terkesan meningkat, namun sebetulnya relatif tidak meningkat.

Selama lebih dua dekade tingkat partisipasi wanita dalam pasar kerja mengalami stagnasi. Angka labour force participation rate hanya berkisar 50an persen. Artinya hanya separuh lebih sedikit angkatan kerja wanita yang aktif dalam perekonomian,” ujar Prof Edy.

Acara yang juga dihadiri oleh Rektor CSU Sacramento Dr Luke Wood beserta pimpinan CSU serta mahasiswa tersebut ketua DPR RI Puan Maharani memberikan Pidato Kunci. Hadir juga anggota DPR RI seperti Ketua Komisi 5 Lasarus, MY Esti Wijayanti, Utut Adianto, Mufti Aiman dan Charles Honiris.

Baca juga: Sertifikasi MUA Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme bagi Pelaku Usaha di Gunungkidul


Dalam konferensi yang diikuti 100an peserta dan Walikota Semarang Dr Agustina Wilujeng itu, Prof Edy mengatakan, dibanding negara lain di dunia, angka partisipasi tenaga kerja Indonesia ini masuk dalam kisaran rata-rata.

Masalahnya ini tidak naik-naik, dan sebagian besar kerja di sektor informal yang ketidakpastiannya tinggi, dan berpendapatan rendah,” kata mantan Ketua FRI dan Pengurus Pusat ISEI ini.


Dikatakanya, di samping itu kesenjangan tenaga kerja wanita dan laki-laki juga sangat tinggi, bedanya sekitar 30 persen. Ini menunjukkan perlunya usaha serius untuk meningkatkan partisipasi tenaga kerja wanita ini. Misalnya dengan meningkatkan pendidikan wanita serta menghilangkan hambatan bagi wanita untuk bekerja dan menempati posisi tinggi di berbagai lapangan kerja. yang menarik ucap Prof Edy, adalah tenaga kerja di pegawai negeri.

Jumlahnya jauh lebih tinggi dari laki-laki, tetapi ini sebagian besar adalah guru. Namun sayangnya perempuan di eselon 1 dan 2 jumlahnya kurang dari 20%. Jadi ada kesenjangan tinggi dari sisi level jabatan,” ujar Prof Edy.


Ditambahkan olehnya karena kesulitan ekonomi keluarga, banyak tenaga kerja wanita bekerja di luar negeri.

Sayangnya banyak yang ilegal dan juga hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga,” tutup Mantan Rektor UII ini.

(redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!