Gunungkidul, gugat.id — Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul menggelar “Rembug Tani” pada Kamis (24/04/2025) di Ballroom Hotel Santika. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sekolah Lapang Tematik 2025 yang didukung DAK Non-Fisik dan diikuti 130 peserta dari empat kapanewon, dengan masing-masing sesi dihadiri 65 petani.
Ketua Tim Kerja Ketenagaan Bidang Penyuluhan sekaligus Penyuluh Pertanian Gunungkidul, Catur Prihati, menjelaskan bahwa Sekolah Lapang Tematik mencakup sosialisasi, Rembug Tani, kursus tani, dan field day (FFD).
“Rembug Tani adalah rangkaian lanjutan kegiatan sosialisasi. Di sini kita merencanakan demplot untuk mengaplikasikan rakitan teknologi dari peserta,” kata Catur.

Setiap kapanewon menyiapkan 10 demplot yang dikelola oleh kelompok tani beranggotakan tiga orang, sehingga total 30 peserta per kapanewon. Dari Rembug Tani, petani menyusun rakitan teknologi mulai pengolahan tanah hingga panen, yang kemudian diterapkan di demplot sebagai percontohan dan barometer bagi petani lain.
Baca juga: https://www.gugat.id/mes-diy-gelar-syawalan-dan-arisan-wakaf-hadirkan-prof-mahfud-md/
Keempat komoditas strategis yang ditanam di demplot adalah padi varietas Mapan 05, jagung varietas BC 2, bawang merah jenis Tajuk, serta cabai tiga varietas: Ikitafi, Ori 212, dan Laba. Catur menegaskan bahwa demplot bukan bertujuan pengujian, melainkan penerapan teknologi sesuai potensi dan karakteristik wilayah.
Rembug Tani akan berlangsung hingga 29 April 2025, lalu dilanjutkan kursus tani dengan teori klasikal dan praktik lapangan.
“Harapannya, petani bisa mengaplikasikan rakitan teknologi ini di lahan masing-masing, sehingga terjadi peningkatan produksi yang berdampak pada petani lain untuk meniru dan memperluas penerapan teknologi pertanian tepat guna,” tutup Catur.
(Redaksi)