Gunungkidul, gugat.id – Cuaca mendung disertai rintik hujan tak menyurutkan semangat warga masyarakat dari tiga padukuhan—Pringombo A, B, dan C, Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop—untuk tetap menggelar tradisi budaya Rasulan, Rabu (30/07/2025).
Dengan mengenakan pakaian adat Jawa, warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, bersatu dalam kerukunan mengikuti kirab budaya. Gunungan hasil bumi diarak keliling kampung, menjadi simbol ungkapan syukur atas panen yang telah diperoleh.
“Tradisi Rasulan adalah upacara adat yang dirayakan oleh masyarakat tiga Padukuhan Pringombo sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan permohonan keselamatan untuk kehidupan ke depan,” ujar Lurah Pringombo, Ermina Kristiani Susanti, di sela-sela acara.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Rasulan diawali dengan tradisi bersih dusun (metri dusun), dilanjutkan dengan pentas seni ketoprak, kirab budaya, dan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.

“Rasulan menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, melestarikan budaya, sekaligus sarana untuk mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa,” tambah Ermina.
Acara Rasulan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Panewu Anom Rongkop, serta jajaran Kapolsek dan Koramil.
Tradisi Rasulan yang digelar tiap tahun ini tak hanya sebagai ritual adat, namun juga membawa harapan besar: keselamatan dan kesejahteraan warga, serta semangat pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat.
(Redaksi)