Gunungkidul,gugat.id– Musim hujan diawal Tahun 2024 mulai turun, di Kabupaten Gunungkidul hujan lebat disertai angin kencang menerjang beberapa wilayah pada dua hari yang lalu. Wilayah Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, Karangmojo, Wonosari, dan Playen tercatat beberapa rumah warga mengalami kerusakan.
Terlihat awan gelap bahkan mulai terlihat setiap harinya, Sanggar Omah Wayang Mego, Sigro Milir secara sederhana menangkap gumpalan-gumpalan mega tersebut menjadi rangkaian sebuah cerita wayang. Kamis (04/12/24)
B’Djo Ludiro atau Slamet Saksana adalah penggubah Wayang Mego kelahiran Gunungkidul. Setelah tamat dari SMP Mulo/SMP 3 Wonosari dirinya melanjutkan ke sekolah kejuruan di SMIK/ SMK 5 Yogyakarta, lalu melanjutkan kuliahnya di ISI Yogyakarta jurusan Disain Interior. Kini ia memilih menekuni kegiatannya sebagai pematung. Disela- sela aktifitasnya juga bermain teater dan menggeluti dunia wayang sebagai dalang Wayang Mego.

“Mega-mega melintas, menggumpal membentuk cerita lalu angin berbisik serirama dengan kisah”, ungkap B’Djo Ludiro
Wayang Mego adalah wayang kontemporer yang ia gubah sendiri. meski baru tetapi beberapa pementasan telah beberpa kali dilakukan antara lain di Sleman, Bantul, Yogyakarta kota, dan Solo kota, bersama komunitas Samya sebagai musik pengiringnya.
Salah satu penggalan cerita Wayang Mego dalam pementasan beberapa waktu silam berkisah tentang tokoh keturunan Ranggalawe di era Kerajaan Majapahit.
“Negeri ini sebenernya punya hutang terhadap Arya Wiraraja, ketika membantu mendirikan Majapahit termasuk mengusir tentara Mongol dari Nusantara. Arya Wiraraja adalah orangtua dari Ranggalawe yang justru dipaksa Makar terhadap Majapahit, atas hasutan salah satu perwira kala itu. Saat itu Anjampiani masih kecil. Anjampiani adalah keturunan Ranggalawe yang kemudian memilih menjadi pertapa dan hidupnya terus mengembara dengan menutupi identisas ia sesungguhnya. Anjampiani inilah yang kelak menurunkan Sunan Kalijaga. Maka biarkan leluhur dan seluruh rakyat menentukan siapa yang layak memimpin negeri ini” (cuplikan kisah wayang mego)
(Redaksi)