Tegal, Gugat.id – Suasana Stasiun Tegal tampak lebih ramai dari biasanya selama masa libur Natal 2025. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat sebanyak 58.767 penumpang kereta api hilir mudik melalui Stasiun Tegal dalam periode 18 hingga 26 Desember 2025.
Dari total tersebut, volume keberangkatan tercatat sebanyak 26.245 penumpang, sementara volume kedatangan mencapai 32.522 penumpang. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama selama libur panjang Natal.
Puncak arus keberangkatan penumpang terjadi pada 24 Desember 2025 dengan jumlah mencapai 3.762 penumpang. Sementara itu, volume kedatangan tertinggi tercatat sehari setelahnya, yakni pada 25 Desember 2025, dengan total 4.685 penumpang tiba di Stasiun Tegal.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa tingginya volume penumpang ini menegaskan kereta api masih menjadi pilihan favorit masyarakat, terutama saat momen libur panjang. Menurutnya, faktor keamanan, kenyamanan, serta kemudahan akses menuju dan dari stasiun menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api.

“Kami memprediksi kepadatan penumpang masih akan berlangsung hingga akhir tahun. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan segera memesan tiket agar tidak kehabisan,” ujar Luqman.
Saat ini, KAI Daop 4 Semarang masih menyediakan ribuan tiket kereta api ke berbagai tujuan favorit seperti Jakarta, Purwokerto, Surabaya, Solo, dan Bandung. Masyarakat dapat dengan mudah mengecek ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya.
Selain itu, KAI juga masih memberlakukan program diskon tiket yang cukup menarik. Diskon sebesar 30 persen diberikan untuk kereta api kelas ekonomi komersial, serta 25 persen untuk kelas eksekutif dan luxury. Informasi terkait diskon tersebut dapat dilihat langsung melalui aplikasi Access by KAI.
Tak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tingginya arus penumpang di Stasiun Tegal juga memberi efek positif bagi perekonomian daerah. Pergerakan penumpang kereta api turut mendorong sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga UMKM di sekitar kawasan stasiun dan destinasi wisata.
“Hal ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya berperan sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak penting pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Luqman.
Pewarta : R.Latief