YOGYAKARTA, Gugat.id — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) menggelar kuliah perdana Sekolah Politik Islam Lantang (SPIL) Senopati Mataram, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PBB menempuh proses kaderisasi melalui pendidikan politik Islam, sekaligus menyatukan visi dan memperkuat barisan perjuangan partai.
Kegiatan berlangsung di Gedung Fakultas Teknik lantai 3, Ruang 301–302, Jalan Miliran Nomor 16, Yogyakarta, SPIL tersebut diperuntukkan bagi kader dan pengurus PBB dari wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Mengusung semangat “Menempa Kader, Menyatukan Visi, Menguatkan Barisan Perjuangan PBB”, SPIL Senopati Mataram dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi kader untuk memperluas wawasan politik, memperdalam pemahaman ideologi dan perjuangan partai, serta membangun militansi organisasi.
Sejumlah tokoh menjadi narasumber dalam kuliah perdana tersebut, di antaranya Prof. KH. Arief Imroni, M.Sc., Penasehat DAINA (Dapur Da’i Nusantara), serta Dr. KH. Masrur Anhar, salah satu pendiri Partai Bulan Bintang.
Dalam pemaparannya, Ust. Masrur Anhar menegaskan bahwa platform PBB adalah keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, PBB membawa risalah Islam sekaligus semangat kebangsaan Indonesia. Karena itu, proses kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki pemahaman keislaman yang kuat sekaligus memiliki jiwa kebangsaan.
“Platform PBB adalah keislaman dan keindonesiaan, karena PBB membawa risalah Islam dan kebangsaan Indonesia. Sehingga diharapkan PBB bisa mencetak kader-kader pemimpin yang nasionalis dan religius,” ujar Ust. Masrur dalam pemaparannya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam pelaksanaan SPIL. Pendidikan politik tidak hanya diarahkan untuk membekali kader dengan pengetahuan tentang politik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan.
Penyelenggara menekankan bahwa SPIL bukan sekadar kegiatan perkuliahan, melainkan bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan. Melalui pendidikan yang terarah, kader diharapkan tidak hanya mengenal identitas dan struktur organisasi, tetapi juga memahami visi, gagasan, ideologi, serta arah perjuangan PBB. Dengan demikian, kader PBB diharapkan memiliki kemampuan untuk membaca dinamika politik sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar organisasi.
Melalui SPIL Senopati Mataram, DPW PBB berharap lahir kader-kader yang memiliki wawasan politik, integritas, militansi, serta kesiapan menjadi pemimpin yang mampu memberikan kontribusi bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.
Politik membutuhkan ilmu. Perjuangan membutuhkan ideologi. Dan kemenangan membutuhkan kader yang militan. Semangat tersebut menjadi ruh pelaksanaan SPIL Senopati Mataram dalam menempa kader, menyatukan visi, dan menguatkan barisan perjuangan PBB.
(Red/v3)