Yogyakarta, Gugat.id – Sebagai pengamalan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, kegiatan awal Dies Natalis ke-44 Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dilakukan dengan pelepasan 15 ekor burung merpati oleh Ketua Umum Yayasan Mataram Yogyakarta, GKR Mangkubumi, beserta Kepala LLDikti wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D, dan Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Kegiatan ini turut diikuti oleh anggota Yayasan Mataram Yogyakarta, seperti GKR Condrokirono, dan GKR Hayu, jajaran Wakil Rektor serta para Dekan Fakultas.
“Dies Natalis pada tahun lalu kita awali dengan gerakan menanam pohon, tahun ini secara simbolik dengan melepas burung merpati sebagai bentuk kepedulian pada pelestarian, serta memperindah alam,” ujar Prof. Edy, pada Senin (24/8) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman.
Prof. Edy juga mengatakan bahwa memasuki usia ke-44, UWM akan terus memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, dan tata kelola. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan UWM sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Di usia ke-44 ini, kita ingin UWM terus bertumbuh, tidak hanya secara kelembagaan, tetapi juga dalam kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama. Kita ingin membawa UWM menjadi universitas yang semakin unggul dan berkarakter,” katanya.
Ketua Pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, GKR Mangkubumi, mengatakan momentum Dies Natalis ke-44 harus menjadi kesempatan bagi UWM untuk terus memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Selain bermitra dengan kampus yang ada di Indonesia, kita juga ingin go internasional, bermitra dengan kampus yang ada di luar Indonesia. Tentunya kita ingin kemajuan para dosen, para dekan, dan juga sampai rektorat untuk maju bersama, meng-upgrade diri bersama, untuk membawa Widya Mataram lebih baik dan lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menekankan pentingnya perguruan tinggi menghasilkan outcome yang mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat dan peradaban. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak semestinya hanya diukur dari daya serap lulusannya terhadap industri yang dinamis, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perubahan sosial yang lebih luas.
“Saya sangat berharap sekali UWM ini bisa menjadi leading sector, kampus yang menginisiasi, mengawal, dan memastikan bahwa seluruh outcome dari pendidikan tinggi kita akan menghasilkan perubahan-perubahan peradaban yang signifikan,” tegasnya.
Pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-44 ini menjadi momentum bagi UWM untuk memperkuat sinergi antara yayasan, pimpinan universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, serta mitra strategis. Memasuki usia ke-44, UWM terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat perannya dalam pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
(Red)