Magetan, gugat.id – Otoritas SDN Temenggungan 1 yang berada di Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, serius meningkatkan mutu pendidikan bagi para siswanya. Sejumlah ruang kelas dan lokal lainnya, yang dianggap tidak layak sebagai tempat proses belajar mengajar, dibenahi hingga menjadi area belajar yang nyaman dan mumpuni.
Bukan hanya ruang kelas yang mendapat perhatian perbaikan. Namun ruangan pendukung proses belajar mengajar lainnya, yakni Ruang Guru dan Ruang Perkantoran, tak luput dari sentuhan rehabilitasi, agar menjadi zona belajar yang kompak dan representatif.
Rehabilitasi gedung sekolah dasar dengan pola revitalisasi satuan pendidikan SDN itu dikerjakan menggunakan anggaran APBN Tahun 2025 sebesar Rp. 585.269.790. Proses pembangunan dikerjakan secara swakelola oleh tak kurang dari 11 tenaga kerja lokal.
Kepala Sekolah SDN Temenggungan 1, Jaimun, kepada koresponden di ruangannya, Selasa (28/10/2025), mengatakan jumlah total ruang yang direhab sebanyak 8 lokal. Pengerjaan itu meliputi 6 unit ruang kelas, 1 unit Ruang Guru dan 1 unit Ruang Perkantoran.
Rehabilitasi itu diperlukan, menurut Jamiun, lantaran hampir seluruh sisi atap gedung telah hancur dimakan usia dan air hujan. Sisi itu meliputi, genting, reng, usuk, plafon, risplang dan sejumlah bangunan sisi atap lainnya.
“Jadi secara umum bagian atap gedung sekolah ini sudah rusak dan tidak layak. Termasuk Ruang Guru dan Ruang Perkantoran juga memprihatinkan. Plafonnya sudah jebol semua, dan kalau hujan terdampak. Kalau plafon jebol, otomatis kayu-kayu penyangga di atasnya juga sudah hancur. Maka kami ganti sekalian,” terang Jaimun yang juga penanggung jawab proyek itu.
Disebutkannya, untuk reng pihaknya menggunakan bahan baja ringan dengan ukuran 0,45 milimeter. Sedangkan penggantian usuk bersifat tambal sulam, yang mana hanya kayu usuk dalam kondisi lapuk saja yang diganti dengan bahan baru.
Untuk tambal sulam kayu usuk secara menyeluruh, menurutnya, sudah dilakukan penggantian sebesar 25% dengan kayu baru yang berkualitas. Sedangkan genting sebagai peneduh utama pengaruh panas dan hujan, panitia menyediakan genting karang pilang yang sesuai dengan petunjuk.
“Semua bahan bangunan yang kami pakai itu merujuk pada petunjuk pada kontrak kerja. Kami tidak berani merubah, karena menyangkut kualitas bangunan. Selain itu juga berkaitan dengan nyamannya semua pihak yang tengah terlibat dalam proses belajar mengajar,” sambung Jaimun.
Karena pengerjaannya ditopang bahan-bahan bangunan berkualitas, maka diharapkan terbangun gedung yang kokoh, sehingga memberi rasa aman dan nyaman baik guru maupun siswa. Selain itu, kondisi bangunan yang berkualitas diharap juga mampu bertahan hingga puluhan tahun ke depan.
Selain penggantian genting karang pilang, reng baja ringan, usuk, plafon PPC dan risplang, rehabilitasi juga meliputi dinding tembok, keramik dinding teras, keramik lantai teras, kusen dan pengecatan.
Sedangkan proses pengerjaan, kata Jaimun, hingga saat ini sudah berjalan kurang lebih 45% sejak digarapnya proyek tersebut pada 2 Oktober lalu. Pengerjaan proyek yang ditarget selama 3 bulan itu diharapkan rampung pada 31 Desember mendatang.
“Alhamdulillah hingga saat ini kami tidak menemui kendala. Mudah-mudahan jika sudah rampung nanti para guru dan anak didik dapat belajar lebih bersemangat. Sehingga memungkinkan tercapainya mutu pendidikan sebagaimana diharapkan bersama,” pinta Jaimun menyudahi.
(fin)