Surakarta, Gugat.id – Institut Senin Indonesia (ISI) Surakarta melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan SMAN 9 Surakarta menggelar Indonesian–English Voice-over Workshop for Animated Film sebagai upaya meningkatkan kompetensi siswa di bidang industri kreatif berbasis media audiovisual.
Mengusung tema “Voice-over Your Animation Today. Tomorrow, Your Voice May Inspire Audiences Far Beyond This Classroom,” pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan melakukan sulih suara (voice-over) film animasi dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat ISI Surakarta tahun 2026.
Pelatihan diikuti oleh 27 siswa kelas X dan XI SMAN 9 Surakarta. Kegiatan dibuka pada 28 Juli 2026 di Laboratorium Komputer SMAN 9 Surakarta dan akan berlangsung dalam enam kali pertemuan yang dilaksanakan di sekolah maupun di Kampus ISI Surakarta.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 9 Surakarta menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai mitra PKM ISI Surakarta. Ia berharap para siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelatihan. Sejumlah siswa bahkan telah memiliki pengalaman dan prestasi di bidang perfilman. Hal tersebut disambut positif oleh Ketua Tim PKM, Donie Fadjar Kurniawan, S.S., M.Si., M.Hum., yang menilai minat besar para siswa terhadap film menjadi modal penting untuk mengembangkan kompetensi di bidang industri kreatif, bahkan berpeluang melanjutkan pendidikan ke Program Studi Film dan Televisi ISI Surakarta.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik sulih suara, tetapi juga memperkenalkan proses produksi voice-over secara menyeluruh, mulai dari voice acting, recording, editing audio, lip sync animation, mixing, hingga mastering dan rendering.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis voice-over, seperti narrator, character voices, crowd voice, dan creature voice, serta aspek-aspek penting yang menentukan kualitas sulih suara, antara lain artikulasi, intonasi, tempo, volume, dan ekspresi yang sesuai dengan karakter maupun emosi dalam adegan.
Menurut Donie Fadjar Kurniawan, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, serta sensitivitas artistik para peserta.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi pengalaman awal bagi para siswa untuk mengenal dunia produksi suara secara profesional sekaligus membuka wawasan bahwa kemampuan berbahasa Inggris dapat menjadi nilai tambah dalam berkarya dan bersaing di industri kreatif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Materi pelatihan disusun secara bertahap dalam enam sesi. Hingga pertemuan kedua, kegiatan berlangsung dengan lancar. Selain praktik langsung, peserta juga memperoleh berbagai kiat untuk meningkatkan kemampuan voice-over, seperti memahami naskah sebelum merekam, melatih vokal secara rutin, mempelajari teknik para voice actor profesional, memperbanyak referensi dari film animasi, serta meningkatkan kemampuan pengucapan (pronunciation) bahasa Inggris yang baik dan jelas.
Melalui program ini, ISI Surakarta dan SMAN 9 Surakarta berharap minat dan bakat siswa di bidang film, fotografi, animasi, serta media kreatif dapat berkembang semakin optimal. Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif global, penguasaan bahasa Inggris yang dipadukan dengan kemampuan seni media rekam diyakini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menciptakan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
(Red)