Surakarta, Gugat.id – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Pameran Seni Lukis “Alam dan Lingkungan Hidup” di Galeri Seruni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta pada hari Rabu, 26/8/2026. Pameran ini merupakan puncak dari Program Belajar Bersama Maestro Seni Lukis 2026.
Pameran resmi dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., dan disambut oleh Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. beserta jajaran pimpinan ISI Surakarta dan Kementerian Kebudayaan.
Program Belajar Bersama Maestro tahun ini mempertemukan 10 mahasiswa terpilih dengan Maestro Lukis Empu I Gusti Nengah Nurata, M.Sn. selama satu bulan. Para peserta tidak hanya belajar teknik melukis, tetapi juga mewarisi nilai, filosofi, dan etos berkesenian secara langsung dari sang maestro.
Mengusung tema “Alam dan Lingkungan Hidup”, karya-karya yang dipamerkan menjadi refleksi hubungan erat antara manusia, kebudayaan, dan alam. Melalui goresan, warna, dan tekstur, para perupa muda menyuarakan kepedulian, kegelisahan, sekaligus harapan terhadap keberlanjutan lingkungan sebagai ruang hidup bersama.

Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala menyampaikan bahwa kampus seni harus menjadi ruang bertemunya tradisi dan inovasi.
“Program ini bukan sekadar transfer keterampilan teknis. Ini adalah ruang pewarisan pengalaman, nilai, dan keteladanan dari maestro kepada generasi muda. Kami berharap karya-karya ini menjadi awal perjalanan kreatif para peserta untuk berkontribusi bagi seni rupa Indonesia,” ujarnya.
Senada, Menteri Kebudayaan Prof. Fadli Zon mengapresiasi program ini sebagai wujud nyata komitmen Kementerian dalam memperkuat ekosistem pemajuan kebudayaan.
“Karya seni adalah penanda zaman. Melalui tema ini, kita diajak tidak hanya melihat keindahan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk merawat alam. Semoga pameran ini menginspirasi kecintaan pada budaya Indonesia dan kepedulian terhadap kelestarian alam,” tutur Menteri.
Program Belajar Bersama Maestro diharapkan dapat terus menjadi jembatan antar generasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi seni lukis Indonesia, serta melahirkan perupa-perupa baru yang kreatif, berkarakter, dan berakar pada budaya bangsa.
Pameran “Alam dan Lingkungan Hidup” terbuka untuk umum dan disertai dengan peluncuran katalog yang mendokumentasikan karya-karya terbaik para peserta.
(Red)