Wayang Kulit Semalam Suntuk Tutup HUT RI ke-81 Gunungkidul |

Wayang Kulit Semalam Suntuk Tutup HUT RI ke-81 Gunungkidul

By

GUNUNGKIDUL, Gugat.id – Gemerlap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berakhir meriah. Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Pemda Gunungkidul untuk mengikuti malam penutupan yang dimeriahkan pentas wayang kulit semalam suntuk, Jumat malam.

Malam penutupan tersebut dihadiri langsung Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., bersama Wakil Bupati Joko Parwoto, S.E., M.M. Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Gunungkidul serta Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho, S.E.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, TNI-Polri, serta masyarakat menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Suasana semakin hangat dengan hadirnya Ketua Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Samiyo, S.E., M.M., didampingi Sudarminto. Kehadiran IKG menjadi bentuk dukungan warga Gunungkidul yang berada di perantauan terhadap berbagai kegiatan dan kemajuan daerah asalnya.

Ini bentuk cinta kami pada Gunungkidul. Di mana pun berada, kami tetap mendukung kemajuan daerah,” ungkap Sudarminto saat ditemui di lokasi.

Memasuki acara utama, perhatian ribuan penonton tertuju pada panggung wayang kulit. Dalang kondang asal Gunungkidul, Ki H. Gunanto Kalijendro, S.H., M.H., tampil membawakan pertunjukan semalam suntuk.

Dalang asal Kepek, Wonosari, tersebut dikenal memiliki gaya pedalangan yang khas, lugas, dan komunikatif. Pertunjukan yang disuguhkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan nilai kehidupan.

Antusiasme penonton semakin terasa ketika adegan goro-goro dimulai. Tawa dan sorak penonton pecah memenuhi kawasan alun-alun. Namun, suasana berubah hening ketika pertunjukan memasuki adegan perang dan pesan-pesan kehidupan disampaikan melalui tokoh pewayangan.

Bagi masyarakat, pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat kuat di tengah kehidupan modern. Wayang kulit mampu menjadi hiburan sekaligus sarana menyampaikan pesan tentang persatuan, gotong royong, perjuangan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat jati diri masyarakat dan bangsa.Salah satunya melalui pelestarian seni dan budaya daerah yang menjadi bagian penting dari identitas Gunungkidul.

Gunungkidul bangga punya seniman seperti Ki Gunanto. Melalui wayang, kita jaga budaya, kita jaga persatuan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, semoga Gunungkidul semakin maju,” tegasnya.

Pertunjukan wayang kulit berlangsung hingga menjelang subuh. Meski malam semakin larut, antusiasme masyarakat yang hadir tetap terlihat hingga acara berakhir.

Penutupan rangkaian HUT RI ke-81 tersebut pun meninggalkan kesan tersendiri. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pentas budaya itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat terus dirawat melalui persatuan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian peringatan HUT RI ke-81, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus hidup dalam setiap langkah masyarakat untuk membangun dan memajukan Bumi Handayani.

(Red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!