Bimtek ISI Surakarta Perkuat Identitas dan Ekonomi Batik Bojonegoro |

Bimtek ISI Surakarta Perkuat Identitas dan Ekonomi Batik Bojonegoro

By

SURAKARTA, Gugat.id – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi merealisasikan komitmen kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Batik. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 26–27 Agustus 2026, bertempat di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro. Bimtek ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas perajin sekaligus mendorong terbentuknya identitas visual Batik Bojonegoro yang berakar kuat pada potensi budaya daerah.

Dalam pelaksanaan program ini, ISI Surakarta menerjunkan empat dosen ahli yang telah tersertifikasi. Mereka adalah Dr. Rahayu Adi Prabowo, S.Sn., M.Sn., Sutriyanto, S.Sn., M.Sn., Iwan Sulistyo, S.E., M.M., dan Anang Pratama Widhiarsa, S.Sn., S.H., M.Sn. Keempat narasumber tersebut memberikan pendampingan intensif dengan materi yang saling terintegrasi, mulai dari penggalian makna filosofis motif khas, teknik pembuatan desain motif batik, penguatan ekonomi kreatif dan strategi bisnis, hingga pengenalan pentingnya Kekayaan Intelektual (KI) bagi perajin.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ISI Surakarta, Dr. Rahayu Adi Prabowo, S.Sn., M.Sn., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi keilmuan seni dan desain di tengah masyarakat.

Kami di LPPM ISI Surakarta berkomitmen untuk memastikan bahwa riset dan pengetahuan akademik tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi harus mampu menyentuh dan menyelesaikan persoalan riil di masyarakat. Melalui Bimtek ini, kami berupaya mentransformasikan keahlian yang kami miliki untuk mendorong kemandirian ekonomi perajin Bojonegoro berbasis pada keunikan budaya lokal mereka,” ujar Dr. Rahayu.

Program Bimtek ini merupakan tindak lanjut nyata dari nota kesepahaman antara ISI Surakarta dan Pemkab Bojonegoro dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penguatan industri kreatif berbasis seni, budaya, serta desain. Melalui kolaborasi ini, keilmuan akademik diarahkan agar memberikan dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang langsung dirasakan oleh komunitas perajin batik di Bojonegoro.

Salah satu fokus utama dalam Bimtek ini adalah penggalian makna filosofis motif Batik Bojonegoro. Pengembangan motif tidak lagi dipandang sekadar menciptakan visual yang menarik. Lebih dari itu, proses ini melibatkan aktivitas membaca, mengidentifikasi, dan menerjemahkan kekayaan alam, sejarah, serta karakter wilayah ke dalam kain batik. Pendekatan partisipatif yang diterapkan memicu antusiasme tinggi dari para peserta yang terlibat aktif dalam diskusi kelompok, identifikasi potensi lokal, serta perumusan gagasan masa depan batik daerah.

Selain aspek estetika dan filosofi, materi ekonomi kreatif juga menjadi pilar penting. Batik sebagai produk budaya harus mampu bertahan dalam ekosistem usaha yang dinamis. Oleh karena itu, para narasumber membekali peserta dengan kemampuan memahami segmentasi pasar, strategi pemasaran modern, manajemen keberlanjutan usaha, hingga aspek perlindungan hukum melalui Kekayaan Intelektual (KI). Kesadaran hukum yang tumbuh seiring kreativitas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri batik yang lebih sehat dan kompetitif.

Keberhasilan sinergi ini terwujud berkat dukungan penuh dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro. Kolaborasi multipihak antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi fondasi utama pembangunan industri kreatif yang berkelanjutan. Pada akhirnya, pengembangan Batik Bojonegoro bukan sekadar menciptakan ragam hias baru, melainkan upaya membangun identitas daerah yang mandiri, bernilai ekonomi tinggi, dan berdaya saing global.

( A. Pranata. )

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!