Surakarta, gugat.id – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali mencatat sejarah baru dengan pengukuhan Prof. Dr. Drs. R.M. Pramutomo, M.Hum., sebagai Guru Besar di bidang Antropologi Tari atau Etnokoreologi. Pengukuhan ini berlangsung pada Kamis (5/12/2024) di Pendhapa Ageng KGPH Djoyokusumo, ISI Surakarta.
Acara ini menjadi momen membanggakan, tidak hanya bagi Prof. Pramutomo tetapi juga bagi keluarga besar ISI Surakarta. Dalam sambutannya, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan sekaligus membanggakan. Secara berturut-turut sejak 2021, ISI Surakarta terus melahirkan Guru Besar baru. Hal ini adalah bukti komitmen kami untuk menjawab krisis Guru Besar dan mendorong tumbuhnya iklim keilmuan di kampus ini,” ujar Nyoman Sukerna.

Prof. Dr. Drs. R.M. Pramutomo, M.Hum., resmi menyandang gelar akademik tertinggi setelah keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 93414/M/07/2024. Gelar ini diharapkan bukan sekadar akhir sebuah proses, melainkan awal dari kontribusi lebih besar bagi masyarakat, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
“Pencapaian ini adalah peluang dan tantangan bagi Prof. Pramutomo untuk terus mengembangkan ilmu yang sudah ditekuninya. Kami yakin, beliau akan menghadirkan karya-karya akademik bernilai tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambah Rektor.

Momentum pengukuhan ini juga menjadi bagian dari transformasi ISI Surakarta menuju perguruan tinggi seni berbasis kearifan budaya nusantara yang berkelas dunia. Langkah ini semakin diperkuat dengan perubahan status ISI Surakarta menjadi Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan SK Menteri Keuangan RI No. 315 Tahun 2024.
“Transformasi organisasi dengan pola pikir yang agile adalah keniscayaan. Dengan tetap menjaga akar tradisi dan semangat kearifan lokal, kami optimis ISI Surakarta akan terus maju,” jelas Nyoman Sukerna.
Pengukuhan Prof. Pramutomo diharapkan menjadi inspirasi bagi para dosen ISI Surakarta lainnya untuk meraih gelar Guru Besar. Menurut Rektor, semakin banyak Guru Besar di lingkungan ISI Surakarta, semakin besar kontribusi kampus ini dalam memajukan dunia seni, pendidikan, dan kebudayaan bangsa.
“Mari bersama-sama memajukan ISI Surakarta. Saya yakin, dengan kerja sama dan komitmen, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” pungkas Nyoman Sukerna.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi ISI Surakarta untuk terus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan, sekaligus memperkuat posisinya di kancah pendidikan seni dunia.
(Redaksi)
(Prahumas ISI Ska.)