TEGAL, Gugat.id – Warga Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, kini memiliki jalur penghubung baru menuju Desa Karangmulya. Jembatan Gantung Garuda yang dibangun melalui kerja sama TNI, masyarakat, dan sejumlah pihak terkait resmi digunakan pada Kamis (13/8/2026).
Jembatan tersebut memiliki panjang bentangan 130 meter dengan lebar 1,2 meter. Pembangunannya berlangsung sekitar satu bulan dengan dukungan anggaran Rp587 juta.
Peresmian jembatan dilaksanakan secara bersamaan dengan peresmian sejumlah jembatan di berbagai wilayah Indonesia melalui sambungan daring dengan Presiden.
Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Presiden yang dikerjakan di sejumlah titik dengan melibatkan TNI dan Polri.
Untuk pembangunan di Desa Gembongdadi, TNI Angkatan Darat bekerja bersama masyarakat setempat. “Ini merupakan karya nyata kami bersama warga dan stakeholder terkait. Semoga bisa bermanfaat buat warga, khususnya di Desa Gembongdadi,” ujar Rachmat.
Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya untuk memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendukung kegiatan ekonomi warga.Warga dapat memanfaatkan akses tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan berbelanja.
Rachmat juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun tersebut agar tetap dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. “Semoga anak cucu kita ke depan bisa memudahkan akses dalam beraktivitas sehari-hari dan memudahkan warga dalam bekerja, terus kemudian berbelanja,” katanya.

Kepala Desa Gembongdadi, Karyoto, menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses baru ini sangat membantu hubungan antara Gembongdadi dan Karangmulya.
Sebelumnya, warga menggunakan akses dari arah selatan yang berada di kawasan milik Pabrik Gula (PG) Pangka. Namun, kondisi jembatan yang ada mulai mengalami kerusakan dan dinilai semakin rapuh.
Karyoto kemudian berinisiatif mencari alternatif akses bagi masyarakat. Ketika terdapat program bantuan pembangunan jembatan, pihak desa langsung berkoordinasi dengan Danramil dan Dandim 0712/Tegal hingga akhirnya pembangunan direalisasikan di Gembongdadi.
“Kalau memang tanpa ini pun kita susah aksesnya. Apalagi ini sudah mulai kelihatan mulai rapuh jembatan yang dipunyai milik PG,” ungkap Karyoto.
Ia menyebut, kehadiran jembatan baru membuat warga kini lebih memilih jalur tersebut karena aksesnya lebih mudah dan dapat memperpendek perjalanan. “Setelah ada jembatan ini, lewatnya ke sini semua. Di sana tidak, jPewarta : Iqbal Rarang,” ujarnya.
Setelah pembangunan selesai, Jembatan Gantung Garuda telah diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Gembongdadi.Karyoto mengatakan, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menjaga dan merawat jembatan tersebut.
Ia berharap masyarakat juga ikut memiliki kepedulian terhadap fasilitas umum tersebut sehingga keberadaannya dapat terus memberikan manfaat bagi warga.
Karyoto turut menyampaikan apresiasi kepada Dandim 0712/Tegal beserta jajaran, Dispermades, dan DPUPR yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan jembatan.
Dengan adanya Jembatan Gantung Garuda, akses masyarakat Gembongdadi menuju Karangmulya kini semakin terbuka. Selain mempersingkat perjalanan, fasilitas tersebut diharapkan menjadi penunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga kedua wilayah.
Pewarta : Iqbal R