Gunungkidul, gugat.id – Gumbregah seluruh masyarakat desa Bohol mengikuti prosesi kirab budaya hari jadi Kalurahan Bohol yang ke-105, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (16/9/2023).
Diikuti delapan padukuhan se-Kalurahan Bohol, yang wajib menampilkan potensi budaya yang dimiliki dan tumpeng ingkung. Dengan tujuan tentu untuk menggali potensi dan berpartisipasi juga wujud syukur kepada sang pencipta.
Lurah Margana dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kekompakannya warga masyarakat yang begitu antusias menyambut hari jadi kalurahan ini dengan suka cita.
“Saya ucapkan terimakasih, kepada warga masyarakat yang telah berpartisipasi dalam rangkaian hari jadi Kalurahan Bohol ini. Seperti halnya slogan kita “Bohol Wigati Nyawiji Budayaku Lestari” warga berbondong-bondong kompak, juga menampilkan potensi kesenian dan potensi setiap dusun”, tutur Margana.

Potensi yang ditampilkan bermacam – macam, ada tarian jathilan, sanggar tari, kesenian thoklik dan juga terdapat beragam potensi pertanian. Juga kirab budaya setiap padukuhan membawa gunungan yang dirangkai dari hasil bumi.
Sambutan dari Kapanewon Rongkop yang diwakili Kardiyono yang sangat mendukung acara kirab budaya dalam menyambut hari jadi Kalurahan Bohol tersebut, guna menjaga kearifan lokal dan melestarikan seni budaya yang sudah tergerus modernisasi.
Baca juga: https://www.gugat.id/sopir-tewas-ditempat-adu-banteng-truk-vs-pickup-di-wonogiri/
“Saya mengapresiasi warga Kalurahan Bohol, yang sangat guyup rukun menyambut hari jadi kalurahan ini. Setiap padukuhan juga ikut andil, menampilkan seni potensi yang dimiliki”, ujar Kardiyono.
Gumregah membangun “Bohol Wigati Nyawiji Budayaku Lestari”, menjadi tema perayaan Hari Ulang Tahun ke-105 Kalurahan Bohol. Pelaksanaan kirab mengawali rangkaian acara dan diahiri dengan pementasan kesenian dari setiap Padukuhan.
(Red/PP)