NTT, Gugat.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang yang melaksanakan pengabdian di Desa Inelika turut terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Desa Waewea, Dusun Maliana, kabupaten Ngada, NTT. Senin 7 September 2026.
Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari respons sosial terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Dalam kegiatan itu, mahasiswa mengambil peran sebagai relawan yang membantu proses penyaluran bantuan secara langsung kepada warga di lokasi terdampak.
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan dukungan dari Berny Amnahas selaku donatur. Proses penyaluran dikoordinasikan oleh Vian Bue sebagai ketua koordinator kegiatan, yang mengatur pelaksanaan distribusi bantuan bersama para relawan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang terlibat dalam proses distribusi hingga bantuan diterima oleh masyarakat di Dusun Maliana. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari rangkaian kerja kemanusiaan yang mempertemukan dukungan donatur, koordinasi kegiatan, dan keterlibatan relawan di lapangan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperluas makna pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang telah dirancang dalam pelaksanaan KKN, tetapi juga melalui kepekaan untuk merespons kebutuhan masyarakat ketika berada dalam situasi yang membutuhkan solidaritas dan dukungan.
Dalam konteks kebencanaan, keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk kehadiran sosial yang melampaui batas kegiatan akademik. Mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda pengabdian yang telah ditetapkan, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Dukungan Benhy Amnahas sebagai donatur, koordinasi Vian Bue, serta keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang menjadi satu rangkaian dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat Desa Waewea, khususnya warga Dusun Maliana yang terdampak bencana gempa bumi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam situasi kemanusiaan. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar untuk memahami sekaligus merespons persoalan masyarakat secara lebih nyata.
(D’jan)