Tegal, Gugat.id – Sekitar 4.500 warga dari berbagai kalangan di Kabupaten Tegal menggelar aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (10/7/2026). Massa yang terdiri atas petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, relawan, hingga ibu rumah tangga memadati ruas jalan dari depan GOR Trisanja Slawi menuju kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Tegal.
Dalam aksi tersebut, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya meminta agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dan diperkuat melalui regulasi yang bersifat permanen. Mereka juga mendorong keberlanjutan sejumlah program nasional lainnya, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta program ketahanan pangan.
Aksi damai yang berlangsung tertib itu diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, didampingi sejumlah anggota DPRD serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud.
Mewakili Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal tetap berkomitmen mendukung seluruh program prioritas pemerintah pusat.
“Prinsipnya, kami sudah mendapat arahan dari Bapak Bupati bahwa pemerintah daerah tetap tegak lurus mendukung semua keputusan pemerintah pusat. Selama itu merupakan program nasional, pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya. Kami juga sepakat bahwa yang sedang dilakukan pemerintah pusat adalah perbaikan, bukan penutupan program,” ujar Amir Makhmud.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada DPR RI karena kebijakan terkait program tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kami dari DPRD akan membawa tuntutan masyarakat kepada DPR RI di Jakarta karena kebijakan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Tugas kami adalah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan,” kata Rudi.
Salah satu pemilik dapur mitra MBG, Ahmad Subekhi, yang turut mengikuti aksi damai mengatakan bahwa tuntutan utama masyarakat adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dan memiliki dasar hukum yang kuat.
“Tuntutan kami adalah agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dan nantinya diundang-undangkan supaya masyarakat merasa aman dan program ini memiliki kepastian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penghentian sementara pelaksanaan MBG bukan disebabkan perubahan kebijakan pemerintah, melainkan karena menyesuaikan masa libur sekolah.
“Program berhenti sementara karena anak-anak sedang libur sekolah selama tiga minggu. Jadi tidak ada kaitannya dengan pergantian pimpinan BGN. Ini hanya penghentian sementara atau suspend,” jelas Ahmad.
Menurutnya, manfaat program tersebut telah dirasakan masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
“Manfaatnya sangat banyak. Yang paling dirasakan adalah kebutuhan gizi anak-anak menjadi lebih tercukupi,” tambahnya.
Koordinator aksi damai, H. Abdul Jafar Setiawan, mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti aksi jauh melebihi perkiraan panitia. Semula panitia hanya mengundang sekitar 500 orang, namun peserta yang hadir mencapai sekitar 4.500 orang dari 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.
“Tuntutan pertama kami adalah Program Makan Bergizi Gratis harus segera dilanjutkan. Kami juga meminta DPR RI segera membuat undang-undang yang permanen agar siapa pun presidennya nanti, program MBG tetap berjalan. Selain itu, Program Koperasi Desa Merah Putih dan ketahanan pangan juga harus terus dilanjutkan,” ujar Abdul Jafar.
Ia menambahkan, penghentian sementara program hanya berlangsung selama masa libur sekolah dan dijadwalkan kembali berjalan pada 13 Juli 2026.
“Saat ini MBG berhenti karena libur sekolah. Insyaallah hari Senin, 13 Juli 2026, akan beroperasi kembali. Di Kabupaten Tegal sudah ada sekitar 170 titik MBG yang beroperasi. Sebanyak 15 dapur yang sempat disuspend juga sudah dicabut statusnya sehingga siap kembali melayani masyarakat,” jelasnya.
Abdul Jafar berharap pemerintah pusat dapat terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pewarta : R Latif