Banyumas, Gugat.id – Seorang santriwati berusia 16 tahun dilaporkan tenggelam di kawasan wisata Curug Kanesia, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/2/2026) pagi. Korban diketahui bernama Anindita, warga Majenang, Kabupaten Cilacap. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama sejumlah santri lainnya tengah berada di lokasi wisata usai mengikuti kegiatan hafiz di kawasan Baturraden
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para santri dari ZIIS (Zamzam Integrated Islamic School) sebelumnya mengikuti kegiatan di Gedung Diklat Baturraden sejak pukul 08.30 WIB. Saat memiliki waktu luang, rombongan kemudian menuju Curug Kanesia untuk berwisata dan berfoto bersama.
Namun nahas, ketika berada di area curug, korban diduga terpeleset saat berfoto di sekitar aliran air. Korban kemudian jatuh dan tenggelam di lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa itu sontak membuat panik rekan-rekan korban dan pihak pendamping.
Kejadian tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Laporan kemudian diteruskan kepada Unit Siaga SAR Banyumas untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan. Kepala Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto, mengatakan tim rescue langsung diterjunkan begitu menerima informasi adanya kondisi membahayakan manusia di Curug Kanesia.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, menjelaskan bahwa satu tim rescuer dari Unit Siaga SAR Banyumas dan Kantor SAR Cilacap diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 09.54 WIB. Tim dilengkapi sejumlah peralatan pencarian, di antaranya dua set alat selam, peralatan penerangan, dan alat komunikasi guna mempercepat proses evakuasi.
“Pada pukul 10.08 WIB tim rescue tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan koordinasi serta asesmen. Selanjutnya disusun rencana pencarian, dan pada pukul 10.15 WIB korban berhasil ditemukan,” ujar Amin Riyanto dalam keterangannya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dibawa ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Banyumas pada pukul 10.18 WIB untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup, sementara seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di area curug yang memiliki medan licin dan arus air cukup deras, terlebih saat digunakan untuk berswafoto di lokasi berisiko.
Pewarta : Iqbal Riyanda