Surakarta, gugat.id — Program Studi Arsitektur Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar kegiatan dosen tamu pada mata kuliah Dokumentasi Arsitektur Vernakular bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang III F Gedung 3 ISI Surakarta itu menghadirkan Ketua IAI Jawa Tengah, Dr. Ar. Resza Riskiyanto, S.T., M.T., IAI, sebagai narasumber.
Mengusung tema “Strategi Dokumentasi Arsitektur Vernakular untuk Pengembangan Budaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan akademik mahasiswa dalam memahami pentingnya pelestarian arsitektur berbasis budaya lokal melalui proses dokumentasi yang komprehensif.
Dalam paparannya, Dr. Ar. Resza Riskiyanto menjelaskan bahwa arsitektur vernakular lahir dari kebutuhan masyarakat, budaya setempat, kondisi lingkungan, hingga aktivitas manusia yang berkembang secara alami dari waktu ke waktu.
Menurutnya, dokumentasi arsitektur vernakular tidak cukup hanya merekam bentuk fisik bangunan atau gambar teknis semata, tetapi juga harus mampu menangkap konteks sosial, aktivitas masyarakat, hingga hubungan manusia dengan lingkungannya.
“Arsitektur vernakular merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Karena itu, dokumentasinya harus mampu merekam nilai budaya, aktivitas, dan karakter ruang yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep Vernadoc (Vernacular Documentation), yakni metode dokumentasi arsitektur melalui observasi lapangan, pengukuran langsung, serta pencatatan detail karakter ruang dan aktivitas masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Program Studi Arsitektur ISI Surakarta, Neni Nurul Rosalina, mengatakan kegiatan dosen tamu ini diharapkan mampu memperluas cara pandang mahasiswa terhadap arsitektur yang kontekstual dan berakar pada budaya lokal.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa arsitektur tidak hanya berbicara mengenai bentuk bangunan, tetapi juga manusia, budaya, aktivitas, serta konteks lingkungan yang melatarbelakanginya,” ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara ISI Surakarta dan IAI Jawa Tengah dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan akademik lainnya guna mendukung pengembangan keilmuan arsitektur. Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Arsitektur ISI Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran kolaboratif bersama praktisi maupun asosiasi profesi dalam rangka memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang arsitektur dan pelestarian budaya.
(Red)