TEGAL, Gugat.id– Sebanyak 100 warga pesisir Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengikuti pelatihan ketahanan pangan maritim melalui pengembangan budidaya Udang vaname. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi perikanan pesisir secara lebih produktif.
Pelatihan yang digelar selama dua hari, Kamis-Jumat (25–26/6/2026), merupakan program Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut. Kegiatan tersebut mengusung tema membangun kemandirian masyarakat maritim melalui sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan dan pertahanan wilayah laut.
Pembukaan pelatihan berlangsung di Aula CA IV Mako Lanal Tegal, Kamis (25/6/2026), dan dibuka oleh Kolonel Laut (P) Robiyanto selaku Kepala Satuan Pembinaan Ketahanan Wilayah Pusteral.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dedy Yon Supriyono, Komandan Lanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, serta Dansatradar Tegal Letkol (Lek) Indra Febrian Nugraha beserta perwakilan sejumlah instansi terkait.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai pengelolaan budidaya Udang vaname. Setelah itu, mereka akan mengikuti praktik langsung di tambak udang milik SUPM Negeri Tegal yang berada di kawasan Pulo Kodok, Kelurahan Panggung.
Robiyanto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam sektor budidaya perikanan.
“Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan para pelaku budidaya udang vaname agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memahami aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pelatihan tersebut masyarakat dapat meningkatkan produktivitas budidaya udang vaname sekaligus mampu mengelola potensi sumber daya maritim secara mandiri.
“Jangka panjangnya mereka memperoleh keterampilan yang lebih baik, sehingga dapat menjadi pembudidaya udang vaname yang sukses dan mandiri dalam pengelolaan sumber daya maritim di Kota Tegal,” katanya.

Menurut Robiyanto, pemilihan udang vaname sebagai materi pelatihan tidak lepas dari potensi komoditas tersebut yang menjadi salah satu unggulan kawasan pesisir Tegal. Selain memiliki nilai ekonomi, budidaya udang vaname juga menjadi bagian dari penguatan potensi lokal masyarakat pesisir.
Ia menambahkan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan budidaya, tetapi juga mampu mendorong keberlanjutan usaha hingga proses panen dan pengolahan hasil perikanan.
Sementara itu, Tato Taufiqurochman menyebut, sebagian peserta merupakan masyarakat pesisir yang telah memiliki tambak, namun belum dikelola secara optimal.
“Program ini memberikan penyuluhan dan pendampingan. Teknologi terus berkembang, sehingga masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan agar mampu melakukan budidaya udang vaname secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Melalui pelatihan dua hari yang diikuti 100 peserta, masyarakat pesisir Tegal diharapkan mampu meningkatkan kemampuan usaha perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi maritim daerah.
Pewarta: Iqbal R