Wonogiri, gugat.id – Kasus penipuan dengan modus pemberian bantuan masih saja terus di kalangan masyarakat kita. Di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri bahkan telah berulang kali terjadi.
Setidaknya tidak kurang dari empat kali kasus penipuan terjadi di Sendang rejo Baturetno, modus pelaku adalah dengan iming- iming pemberian bantuan.
Kepala Desa Sendangrejo Sutrisno mengungkapkan, salah satu korban penipuan Sendangrejo Baturetno Wonogiri adalah seorang nenek asal Dusun Tunggur Desa Sendangrejo Baturetno Wonogiri, Tugiyem (55) perempuan tua ini bahkan sampai kehilangan perhiasan emasnya.
Kades Sendangrejo Sutrisno membeberkan awalnya, Tugiyem didatangi orang tak dikenal di rumahnya. Korban pun diiming – imingi bantuan, lantas pelaku meminta Tugiyem melepaskan cincin emas seberat lima gram miliknya.
Selanjutnya Tugiyem diminta mengambil berkas seperti KK dan KTP, saat korban mengambil berkas itulah pelaku tak dikenal tersebut mengambil cincin dan langsung pergi meninggalkan rumah korban.
Kades Sendangrejo Sutrisno menuturkan, kejadian penipuan di Sendangrejo, Baturetno, Wonogiri dengan modus serupa bukan kali pertama terjadi di desanya. Paling tidak kejadian penipuan Sendangrejo sudah pernah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu yang belum lama.
“Dalam 6 bulan sudah tiga kali kejadian dan motif sama mau dapat bantuan. Yang satu (penipuan) mengaku dari Gasindo. Total empat kali,” kata Kades Sendangrejo Sutrisno, Selasa (27/6/2023)
Kepala Dinsos Wonogiri Kurnia Listyarini menyebutkan bansos resmi dari pemerintah yang diberikan kepada masyarakat disalurkan oleh petugas pemerintah. Petugas yang menyalurkan biasanya dari tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa atau kelurahan.
Kepala Dinsos Wonogiri menambahkan, penerima bansos dibuktikan dengan berkas khusus. Misalnya, penerima PKH dan BPNT pasti memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
“Kalau tidak resmi dari jajaran pemerintah, jangan dipercaya,” tandas Kurnia Lestarini.
Kurnia Listyarini meminta masyarakat untuk melapor kepada jajaran pemerintah paling dekat misalnya ketua RT/RW ketika ada orang yang mengaku sedang melakukan survei atau pendataan penerima bantuan. Sehingga bisa diketahui apakah hal itu benar atau tidak.
(red/PP)