Lurah Disiram Debt Collector, Pelaku Akui Aksi Karena Emosi |

Lurah Disiram Debt Collector, Pelaku Akui Aksi Karena Emosi

By

GUNUNGKIDUL, gugat.id – Kasus penyiraman air oleh seorang debt collector terhadap Lurah Krambilsawit, Sabiyo, terus berlanjut dan kini memasuki tahap pemeriksaan intensif di Polres Gunungkidul. Pelaku, yang diketahui bernama Rizan, telah memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan secara terbuka.

Rizan mengaku mengenal Sabiyo dari lingkaran para penagih utang. Ia menyebut tindakannya dilakukan secara spontan karena merasa kesal akibat tunggakan yang tak kunjung dilunasi oleh Sabiyo. Aksi tersebut terjadi di kawasan Pasar Legundi, Panggang, Gunungkidul, pada Maret 2025 lalu.

“Waktu kejadian saya kan geram juga. Saya debt collector, harus tegas, harus profesional, dan spontan saya mengguyur air,” ujar Rizan, Rabu, 30 April 2025.

Ia menjelaskan bahwa selama pemeriksaan di Polres Gunungkidul, dirinya menceritakan seluruh kronologi kejadian tanpa ditutup-tutupi. Rizan juga tak membantah bahwa dirinya merupakan sosok dalam video penyiraman yang viral di media sosial.

“Ya mungkin saya pelakunya, saya akui di Polres (Gunungkidul) dan saya ceritakan apa adanya,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Sabiyo dilaporkan menjadi korban intimidasi oleh sekelompok orang pada 6 April 2025. Video yang memperlihatkan dirinya disiram air saat berada di tempat umum tersebar luas di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram. Meski tidak terdapat unsur penganiayaan fisik yang serius, tindakan tersebut tetap dinilai sebagai bentuk intimidasi yang tidak dapat dibenarkan secara hukum.

Baca juga: https://www.gugat.id/gerbang-pagi-dan-kursus-tani-langkah-nyata-pemkab-gunungkidul-perkuat-ketahanan-pangan/

Lurah Krambilsawit, Sabiyo, mengaku hanya melaporkan satu orang terkait kasus penyiraman air tersebut. Ia berharap kasus ini bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ini tadi saya melaporkan atas penyiraman sebagai Lurah, yang dilaporkan satu orang,” ujar Sabiyo.

Pihak kepolisian hingga kini masih terus mendalami kasus ini guna menelusuri apakah ada unsur pidana lain maupun pelaku tambahan yang terlibat dalam insiden tersebut.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!