Nyala Bahaya di Usia Produktif : BNN Kota Tegal Ungkap Fakta Narkoba dan Gerak Senyap Penyelamatan Generasi |

Nyala Bahaya di Usia Produktif : BNN Kota Tegal Ungkap Fakta Narkoba dan Gerak Senyap Penyelamatan Generasi

By

TEGAL, Gugat.id – Ancaman narkoba di Indonesia kian nyata dan tak bisa dipandang sebelah mata. Data hasil survei nasional BNN bersama BRIN dan BPS tahun 2023 menjadi sinyal peringatan keras. Prevalensi penyalahgunaan narkoba tercatat mencapai 1,73 persen atau setara 3,37 juta jiwa yang menggunakan narkoba dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Bahkan angka “pernah pakai” menembus 2,2 persen atau sekitar 4,24 juta jiwa, mayoritas berada pada rentang usia produktif 15–64 tahun.

Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik. “Ini adalah potret nyata ancaman narkoba yang mengintai masyarakat, terutama generasi muda kita,” ujarnya kepada awak media pada hari Rabu (24/12/2025). Ia menyebut, dari setiap 10.000 penduduk, sekitar 220 orang pernah terpapar narkoba. Sebuah kondisi yang membutuhkan langkah serius, terukur, dan berkelanjutan.

Keseriusan pemerintah pusat pun terlihat jelas. Dalam agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, persoalan narkoba ditetapkan sebagai isu strategis dalam misi ASTA CITA ke-7. Bahkan, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba diperkuat menjadi program prioritas nasional ke-6, menandakan perang melawan narkoba menjadi agenda besar negara.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, sepanjang tahun 2025 BNN Kota Tegal menggencarkan berbagai upaya preventif melalui program P4GN. Wilayah kerja yang mencakup Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Tegal menjadi sasaran penyebaran informasi dan edukasi. Metode yang digunakan pun beragam, mulai dari pendekatan konvensional hingga non-konvensional, baik berbasis anggaran maupun non-anggaran.

Hasilnya cukup signifikan. BNN Kota Tegal mencatat telah melaksanakan 1.296 kegiatan Informasi dan Edukasi P4GN dengan jangkauan 89.831 orang. Selain itu, 38 kali tes urine dilakukan terhadap 1.560 orang, dengan hasil 8 orang dinyatakan positif. Upaya penguatan masyarakat juga dilakukan melalui pembentukan 25 penggiat anti narkoba, 50 relawan, 20 duta anti narkoba, serta 21 perjanjian kerja sama (PKS) lintas sektor. “Kami ingin perlawanan terhadap narkoba ini menjadi gerakan bersama,” kata Kunarto.

Tak hanya fokus pada pencegahan, pendekatan rehabilitasi juga menjadi prioritas BNN Kota Tegal dengan sentuhan humanis. Saat ini terdapat dua lembaga rehabilitasi aktif, yakni Klinik Pratama Bahari Sehat BNN Kota Tegal dan Klinik Pratama Aisyiyah Siti Hajar, didukung 6 petugas layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang telah terlatih. Layanan ini telah menjangkau puluhan klien, baik rawat jalan maupun pascarehabilitasi.

Baca juga: https://www.gugat.id/malam-natal-aman-dan-damai-polres-tegal-pastikan-gereja-steril-dan-siap-ibadah/

Namun di balik angka-angka tersebut, terselip fakta yang mengundang keprihatinan mendalam. Dari 31 orang klien rawat jalan, sebanyak 15 orang atau 48,38 persen masih berusia produktif dan berstatus pelajar. “Ini yang paling membuat kami prihatin. Anak-anak usia sekolah sudah terpapar narkoba, dan ini membutuhkan perhatian serta kepedulian kita semua,” ungkap Kunarto.

Melalui langkah pencegahan masif dan rehabilitasi yang berorientasi pemulihan, BNN Kota Tegal berharap mampu memutus mata rantai narkoba sejak dini. Pesannya jelas: perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

(Redaksi/R.Latief)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!