Yogyakarta , gugat.id – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ikut memberikan sikap terkait dinamika kebangsaan yang terjadi ahir-ahir ini khususnya menjelang pesta demokrasi Pemilu 2024, setelah sebelumya ramai dari berbagai perguruan tinggi memberikan petisi kepada Presiden yang dinilai ikut campur dan berpihak kepada salah satu Paslon. Senin (06/02/24).)
Mengkuti himbauan dari ICMI Pusat beberapa waktu lalu, Korwil ICMI Yogyakarta pun bergerak melakukan hal yang sama, berikut adalah isi dari himbauan dari ICMI.
baca juga: Sivitas Akademika UGM Keluarkan Petisi Bulak Sumur
Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dan negeri Muslim demokratus terbesar di dunia, bangsa Indonesia sedang memasuki masa transisi kepemimpinan nasional yang strategis dan menentukan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka lkatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia(ICMI) yang menganut prinsip Ke-Indonesiaan, Ke-Islaman, dan Kecendekiaan, berkewajiban untuk menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Pemilihan anggota legislatf (Pileg) dan Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres)merupakan momen yang akan menentukan nasib perjalanan bangsa selama lima tahunke depan. Untuk itu, menjaga agar nilai-nilai LUBER (langsung, umum, bebas dan rahasia) dan Jurdil (jujur dan adil) dalampelaksanaan pemilu, merupakan nilai konsttusional yang fundamental. ICMI menyerukan kepada seluruh pihak yang berkontestasi, baik pada Pileg maupun Pilpres serta para pendukung masing-masing, untuk menjaga agar proses pemilutetap berada pada koridor nilai-nilai etika dan hukum sebagaimana TAP MPR NoVI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.
2. Seluruh partai politk dan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) wajib menjaga prinsip persatuandan kesatuan bangsa dalam kontestasi politik. Segala bentuk praktik politk yang destruktif, penuh fitnah dan kecurangan, harus dihindari sejauh-jauhnya. Dengan cara ini para kontestan menghormat kedaulatan rakyat serta menghargai martabat dan kehormatan diri sendiri. ICMI meyakini bahwa proses berpolitk yang menjunjung tinggi nilai-nilai kerakyatan dan persaudaraan, akan meningkatkan kualitas, integritas dan kedewasaan berdemokrasi bangsa kita. Hasil-hasilnya pun niscaya mampu menjamin legitimasi hukum dan politk bagi yang terpilih nanti.
3. Pemilu merupakan sarana kontestasi ide dan gagasan besar dalam memajukan bangsa.Karena itu, ICMI mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menggali ide-ide yang ditawarkan pasangan Capres- Cawapres dan para Caleg, serta menelusuri rekam jejak para calon, sebagai dasar untuk menentukan pilihan. ICMI menghimbausemua elemen masyarakat untuk memanfaatkan hak pilih pada pemilu mendatang dan menghindari golput.
4. Kepada para penyelenggara Pemilu, khususnya KPU dan Bawaslu, baik di pusat maupun daerah, juga kepada Aparatur Sipil Negara, TNI, POLRI, Lembaga Kepresidenan, dan Lembaga Negara lainnya, ICMI mendesak agar prinsip netralitas dan akuntabilitas Pemilu harus sungguh-sungguh dilaksanakan dengan baik. Hal ini akan menentukan kualitas pemilu kita. Seluruh dunia saat ini mencermat Pemilu 2024 di Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ketga dan negeri Muslim demokratis terbesar di dunia. Maka, setelah 78 tahun merdeka, kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, jujur, menegakkan keadilan dan senantasa memberikan keteladanan dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.
(Redaksi)