SOLO ,Gugat.id – Tim Dosen dan Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo sukses berkolaborasi dengan Ikatan Komikus Solo (IKILO) untuk meluncurkan komik kompilasi “Pikolo” edisi ke-6. Berbeda dari edisi sebelumnya, komik ini mengusung genre petualangan dengan latar belakang berbagai destinasi wisata ikonik di Kota Solo. Melalui pendekatan kreatif, komik ini dirancang tidak hanya sebagai sarana hiburan, melainkan juga berfungsi sebagai media navigasi wisata-budaya urban yang estetik dan edukatif bagi para wisatawan.
Ketua Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026, M. Harun Rosyid Ridlo, M.Sn., menjelaskan bahwa program kolaborasi ini merupakan bukti nyata kontribusi positif kampus seni di tengah masyarakat. Selain Harun, tim dari ISI Solo ini beranggotakan dosen Rendya Adi Kurniawan, M.Sn., Alfiandi Eka Kusuma, M.Sn., dan Pratita Rara Raina, S.H., M.B.A., serta melibatkan tiga mahasiswa DKV yaitu Mufida Qonita, Reyhan Jovansa, dan Naufal Ahmad Nuril Anwar. ISI Solo secara proaktif mendampingi komunitas kreatif IKILO agar karya mereka tidak sekadar menjadi bentuk ekspresi personal, tetapi juga memiliki daya guna strategis di ruang publik sekaligus bernilai ekonomi tinggi melalui hilirisasi produk.

Dalam proses pengembangannya, tim ISI Solo memberikan intervensi kreatif berupa dua bentuk pendampingan akademik tanpa merombak jati diri asli para komikus. Pertama, pendampingan standardisasi kualitas dilakukan melalui materi perancangan desain karakter orisinal berbasis kearifan lokal yang berpotensi menjadi kekayaan intelektual (Intellectual Property). Kegiatan awal ini sukses dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026 di Twins Cafe. Kedua, pendampingan manajemen proyek berupa penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) perancangan dan produksi komik yang berjalan sepanjang bulan Juni hingga Juli 2026.
Untuk memastikan kualitas kelayakannya, tim gabungan telah melakukan uji keterbacaan komik pada Sabtu dan Minggu, 8-9 Agustus 2026. Setelah dinyatakan layak, komik Pikolo-6 siap diterbitkan dalam bentuk fisik maupun digital, serta dijadwalkan untuk ikut berpartisipasi dalam ajang industri kreatif Comipara 2026.
Harun menegaskan bahwa keberlanjutan ruang kreatif ini memerlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah kota hingga pemangku kepentingan di bidang pariwisata sangat dibutuhkan untuk terus menghidupkan ekosistem komik lokal sekaligus memperkuat penjenamaan (branding) Kota Solo secara global.
(Red)