Tegal, Gugat.id – Polres Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan sekaligus masa depan generasi muda. Atas arahan Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., jajaran Polres Tegal mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani kasus tawuran pelajar yang terjadi di wilayah Lebaksiu.
Pembinaan dan pemberian imbauan secara persuasif dipimpin langsung oleh Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M. pada Sabtu (10/1/2026) pukul 09.30 WIB. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Bhayangkari Polsek Lebaksiu sebagai tindak lanjut peristiwa tawuran pelajar yang terjadi di depan PT. Laku Mas Lebaksiu.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Plt. Kapolsek Lebaksiu Iptu Wawan Prasetyo, Kanit Reskrim Polsek Lebaksiu Aiptu Agus Hariyantono, S.H., para kepala desa beserta perangkat dan ketua RT, guru BK dari SMK Negeri 2 Slawi dan SMK Bhakti Praja Dukuhwaru, para orang tua, serta para pelajar yang terlibat tawuran.
Wakapolres Tegal menegaskan bahwa pembinaan ini bukan untuk menghukum, melainkan sebagai upaya menyelamatkan masa depan para pelajar. Ia mengingatkan bahwa tawuran tidak hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga bisa berujung pada permasalahan hukum yang berdampak panjang. Terlebih, sebagian pelajar diketahui sudah lebih dari satu kali terlibat aksi serupa.

“Kami ingin adik-adik semua sadar bahwa masa depan masih panjang. Jangan rusak hanya karena emosi sesaat,” pesan Kompol M. Iskandarsyah dengan nada tegas namun tetap bersahabat.
Kepada para orang tua, Wakapolres Tegal mengajak untuk lebih aktif mengawasi dan menjalin komunikasi dengan anak-anak mereka. Sementara pihak sekolah diharapkan dapat mengarahkan siswa pada kegiatan positif, disertai pemberian penghargaan bagi yang berprestasi serta sanksi yang mendidik bagi pelanggaran.
Sebagai bentuk tanggung jawab, para pelajar yang terlibat tawuran diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada orang tua masing-masing sebelum dipulangkan. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal perubahan sikap dan perilaku.
Melalui pendekatan yang humanis dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, Polres Tegal berharap aksi tawuran pelajar dapat dicegah sejak dini, sekaligus membentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Pewarta: R.Latief