Separatis OPM Serang Posramil Jila, Tiga Prajurit TNI Gugur dan Terluka Saat Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI |

Separatis OPM Serang Posramil Jila, Tiga Prajurit TNI Gugur dan Terluka Saat Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI

By

MADIUN, Gugat.id – Kelompok paramiliter OPM, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), dilaporkan menyerang dengan senjata api Posramil Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/08/2026).

Atas serangan yang dilancarkan pada pukul 08.00 waktu setempat itu, tiga prajurit TNI dikabarkan menjadi korban, seorang diantaranya gugur dan sisanya terluka tembak.

Menurut siaran pers yang dilansir juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, kepada koresponden, Selasa (18/08/2026), disebutkan prajurit yang gugur atas nama Pratu Rizki Kurniawan. Sedangkan dua lainnya yang mengalami luka tembak masing-masing Pratu Y Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio.

Korban yang tewas tertembak di bagian kepalanya. Sedangkan dua lainnya mengalami luka tembak di bagian tubuhnya. TPNPB-OPM bertanggung jawab atas penyerangan ini,” kata Sambom ringan. Dia tidak menjawab, berasal dari Kodap mana milisi yang melakukan penyerangan tersebut.

Digambarkan Sambom, penyerangan dilakukan pada saat para korban, diantara prajurit lainnya, tengah melaksanakan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI. Sempat terjadi tembakan balasan, kata Sambom, namun dalam durasi singkat dan lenyap.

Menurutnya, efek terjadinya kontak tembak tersebut mengakibatkan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian merasa ketakutan dan memilih mengungsi. Namun dia tidak menjelaskan, berapa jumlah pengungsi dan lokasi mana yang dituju.

Sambom menilai, jika pemerintah Jakarta tidak berniat melakukan perundingan dengan pihaknya, maka TPNPB-OPM tidak menjamin adanya perdamaian di Papua. Untuk itu, sayap militer OPM terus mengobarkan semangat perang terhadap pemerintah sah NKRI.

Dalam kacamata perang, Sambom mengasumsikan warga sipil berprofesi sebagai tukang ojek, penjual bakso, sopir taksi, kuli bangunan dan sejenisnya diterjemahkan sebagai anggota TNI yang menyamar. Karena itu pihaknya meminta agar mereka segera keluar dari Papua, jika tidak ingin menjadi korban penembakan.

Agar mereka segera ke luar dari wilayah operasi TPNPB-OPM diseluruh tanah Papua. Jika tidak, kalian akan menjadi target penembakan dalam operasi yang kami lakukan,” seru Sambom.

Sampai dalam proses redaksional, dua pejabat penerangan TNI di Papua, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, dan Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, belum menjawab saat dimintai konfirmasi koresponden terkait insiden itu.

(fin)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!