Yogyakarta (gugat.id) – Lima orang terduga kasus penembakan Puskesmas di wilayah Sleman berhasil diamankan oleh Satreskrim Polresta Sleman.
Kapolresta Sleman AKBP Yuswanto Ardi, S.H., SIK., M.Si didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas saat siaran pers Senin, (15/03/2023) menjelaskan motif dari tindakan ini.
“Motif salah satu pelaku sakit hati karena yang bersangkutan dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai tenaga keamanan,” kata Kapolresta Sleman.
Salah satu terduga memang merupakan mantan sekuriti Puskesmas tersebut, kelima pelaku ini adalah LS (35), HS (36), SM (36), HA (38), dan RA (43). HS, sendiri adalah mantan sekuriti puskesmas tersebut.
“Terduga pelaku HS, diberhentikan dari pekerjaannya pada tanggal 31 Maret 2023 oleh perusahaan outsourcing yang mempekerjakannya,” sambungnya.
Merasa sakit hati pelaku HS lantas mengajak keempat rekannya untuk membantu melakukan melampiaskan kekecewaan dengan melakukan perusakan di Puskesmas tersebut.
Saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan dua senjata air soft gun milik tersangka SM yang dipinjamkan ke HS. Mereka datang ke Puskesmas menggunakan mobil pada Kamis (11 Mei 2023) sekitar pukul 22.06 WIB dan langsung melakukan penembakan.
“Untuk pelaku yang melakukan penembakan ada dua orang dengan menggunakan dua senjata air soft gun dan saat ini dua senjata tersebut sedang dilakukan uji balistik di Labfor Semarang,” tegasnya.
Baca juga: https://www.gugat.id/pengendara-motor-asal-rongkop-tewas-dalam-kecelakaan-maut-di-hutan-tleseh/
“Para pelaku dijerat dengan UU Darurat No 12/1951, Pasal 170 KUHP subsider Pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun,” tutupnya.
(red)